MALUKU UTARA — Kesan pertama saat masuk ke kabin DFSK E5 Plus adalah soal ruang. Konfigurasi 6-seater dengan captain seat di baris kedua membuat mobil ini terasa seperti ruang keluarga berjalan. Kehadiran sunroof menambah sensasi lapang, sementara kursi baris kedua yang sudah dilengkapi ventilated seat menjadi nilai jual yang jarang ditemui di kelas harga ini.
Pengujian singkat di sirkuit GIIAS 2026 memang tidak cukup untuk menguji klaim jarak tempuh 140 kilometer dalam mode EV (NEDC). Namun, untuk urusan kenyamanan berkendara, E5 Plus langsung menunjukkan tujuannya sejak melewati speed bump pertama.
DFSK membekali E5 Plus dengan suspensi MacPherson di depan dan Multi-link di belakang, keduanya dengan teknologi Frequency Selective Damping (FSD). Hasilnya, bantingan terasa halus saat melewati polisi tidur baik dalam kecepatan rendah maupun sedang. Ini sinyal jelas bahwa mobil ini lebih cocok untuk perjalanan keluarga di perkotaan dibanding diajak bermanuver agresif.
Respons setir bisa diubah lewat dua mode: Comfort dan Sport. Mode Comfort membuat bobot setir sangat ringan, cocok untuk parkir atau manuver pelan. Mode Sport menambah bobotnya, namun tetap tidak terasa tajam. Meski dimensinya besar dengan panjang 4.760 mm dan wheelbase 2.785 mm, mobil ini masih terasa mudah dikendalikan di area terbatas.
Tenaga dari motor listrik terasa halus dengan akselerasi yang spontan. Namun, karakter penyaluran tenaga sangat bergantung pada mode berkendara yang dipilih—Eco, Sport, Comfort, dan Snow. Untuk penggunaan harian, mode Comfort atau Eco sudah cukup untuk kebutuhan stop-and-go di lalu lintas perkotaan.
Sayangnya, dari sesi singkat ini kami belum bisa mengukur konsumsi bahan bakar riil atau efisiensi energi saat baterai habis. Yang jelas, sistem PHEV di sini berfungsi sebagai solusi fleksibilitas: tenaga listrik untuk harian, mesin konvensional untuk cadangan perjalanan jauh.
Salah satu fitur yang menonjol adalah Automated Parking Assist. Sistem ini mendeteksi ruang parkir dan melakukan manuver otomatis—mengatur kemudi sekaligus pergerakan kendaraan. Fitur ini menjadi pembeda utama di kelasnya.
Untuk keselamatan, DFSK melengkapi E5 Plus dengan paket ADAS yang cukup lengkap: Adaptive Cruise Control (ACC), Blind Spot Detection (BSD), Lane Keeping Assist (LKA), Forward Collision Warning (FCW), hingga Integrated Cruise Assist (ICA). Sementara untuk hiburan, tersedia layar infotainment 15,6 inci, 13 speaker, dan wireless charger 50W.
Harga Rp 499 juta OTR Jakarta menempatkan E5 Plus di zona kompetitif SUV PHEV. Namun, ada beberapa catatan penting. Pertama, jarak tempuh EV 140 km adalah klaim NEDC; angka real-world biasanya lebih rendah. Kedua, meskipun tenaga 218 HP terdengar besar, karakter mobil ini jelas tidak sporty—ia lebih mengutamakan kenyamanan daripada respons agresif.
Ketiga, pengujian kami masih sangat singkat. Durabilitas suspensi FSD, kualitas material kabin setelah pemakaian lama, dan biaya perawatan sistem PHEV masih perlu diuji lebih lanjut. Untuk keputusan pembelian, kami sarankan melakukan test drive yang lebih panjang dan membandingkannya langsung dengan kompetitor di kelas yang sama.
Verdict awal: DFSK E5 Plus adalah pilihan menarik bagi keluarga yang menginginkan SUV listrik plug-in dengan kabin lega dan fitur lengkap di bawah Rp 500 juta. Namun, ia bukan mobil untuk mereka yang mencari sensasi berkendara sporty.