BNN Amankan 'Bos Gendut' Penguasa 98 Kg Sabu di Kampung Bahari, Dua Loyalis Ikut Ditangkap

Penulis: Ragil  •  Kamis, 13 Agustus 2026 | 16:38:31 WIB
Petugas BNN mengamankan tersangka berinisial MR di sebuah salon kecantikan di kawasan Mangga Besar, Jakarta.

MALUKU UTARA — Direktur Penindakan dan Pengejaran Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI, Brigadir Jenderal Polisi Roy Hardi Siahaan, membenarkan penangkapan tersebut. Ia menyebut 'Bos Gendut' merupakan buronan kasus narkoba sejak 7 November 2025. "Yang bersangkutan kami ikuti dari mulai Kampung Bahari ke luar menuju Mangga Besar lalu kami tangkap di salah satu salon kecantikan dan sekarang sudah kami amankan di BNN," ujar Roy dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (13/8).

Senjata Api dan Emas Batangan Ikut Disita

Dari tangan MR, petugas menyita barang bukti yang jauh lebih luas dari sekadar narkotika. Selain sabu 98 kilogram, BNN mengamankan senjata api, peluru, samurai, hingga emas batangan. Roy menambahkan, dua orang loyalis 'Bos Gendut' juga diringkus di sekitar lokasi operasi.

Kedua loyalis itu sempat melawan saat penggerebekan berlangsung. Akibatnya, salah satu anggota Polri yang bertugas mengalami luka di bagian bawah mata. "Namun kami tetap akan melaksanakan operasi terhadap Kampung Bahari karena ada beberapa orang lagi yang masih bercokol selain Bos Gendut yang sudah kami amankan," ungkap Roy.

Pengembangan Kasus dan Perburuan Aset Rp 40 Miliar

BNN tidak berhenti pada penangkapan pelaku utama. Pada Kamis (13/8) sekitar pukul 06.00 WIB, penyidik menyita sepeda motor Vespa dan satu unit mobil milik kedua loyalis tersebut. Penyitaan ini menjadi bagian dari pengembangan kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang tengah berjalan.

Nilai aset yang tengah dilacak dari perkara ini mencapai Rp 39,5 miliar dan Rp 1,27 miliar berupa uang tunai. Roy mengaku belum mengetahui secara pasti hubungan kedua loyalis dengan 'Bos Gendut'. Hal itu akan didalami dalam proses penyidikan lebih lanjut.

Kampung Bahari Masih Jadi Target Operasi

Penangkapan 'Bos Gendut' belum menjadi akhir dari operasi BNN di Kampung Bahari. Roy menegaskan masih ada sejumlah orang yang bercokol di kawasan yang kerap disebut sebagai benteng peredaran narkoba itu. Operasi lanjutan akan terus dilakukan untuk membongkar jaringan yang lebih besar.

Kampung Bahari sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan peredaran narkoba di Jakarta Utara. Dengan tertangkapnya penguasa 98 kilogram sabu, BNN optimistis rantai distribusi narkoba di wilayah tersebut dapat diputus secara bertahap.

Hingga berita ini diturunkan, MR dan dua loyalisnya masih menjalani pemeriksaan intensif di kantor BNN RI. Penyidik juga terus mendalami aliran dana dan aset lain yang diduga berasal dari bisnis haram tersebut.

Reporter: Ragil
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top