Manchester City Dinyatakan Bersalah, Khaldoon Al Mubarak: Tidak Ada yang Berubah

Penulis: Fajar  •  Sabtu, 26 September 2026 | 22:02:01 WIB
Manchester City dinyatakan bersalah atas hampir seluruh 115 tuduhan pelanggaran aturan keuangan Premier League.

MALUKU UTARA — Manchester City dinyatakan bersalah atas hampir seluruh 115 tuduhan pelanggaran aturan keuangan Premier League. Ketua klub Khaldoon Al Mubarak akhirnya buka suara, menegaskan kepercayaan diri klub untuk membuktikan innocence tetap sekuat saat kasus ini dimulai.

Verdict yang diumumkan Jumat itu menyatakan City bersalah pada semua tuduhan kecuali satu. Tuduhan dilayangkan Premier League pada Februari 2023, dan klub selalu membantah keras seluruhnya. Manajer Enzo Maresca ikut menyita perhatian lewat pesan singkat di media sosial.

Al Mubarak: Kesempatan Membuktikan Innocence Masih Terbuka

Al Mubarak baru angkat bicara pada Sabtu sore melalui media sosial. Ia menyebut banyak pihak yang buru-buru menarik kesimpulan di tengah riuh kasus ini.

"Meski beberapa orang cepat menarik kesimpulan sendiri, dan begitu banyak kebisingan di sekitar kami, tidak ada yang berubah. Kami pernah menghadapi tantangan bersama dan berhasil melewatinya," ujar Al Mubarak.

"Masih banyak yang ingin menggerus momentum klub ini. Kami tidak akan memberi mereka kesempatan itu," lanjutnya.

Ia juga menyebut dua laga besar yang menanti setelah jeda internasional: lawatan ke Anfield dan menjamu Paris Saint-Germain di Etihad Stadium pada Liga Champions.

Maresca Pilih Kutipan Socrates, Singgung Waktu untuk Belajar

Maresca mengunggah pesan kriptik "I know nothing" di media sosial. Saat dimintai komentar apakah ia mencari jaminan dari klub soal sikap innocence, perwakilannya mengirimkan tangkapan layar kutipan Socrates yang diunggah Maresca di Instagram.

Kutipan itu berbunyi: "Satu-satunya yang aku tahu adalah bahwa aku tidak tahu apa-apa." Maresca menambahkan: "Waktu untuk bernapas. Waktu untuk menganalisis. Waktu untuk belajar."

Noel Gallagher Shock, David Bernstein: Denda Tidak Cukup

Reaksi datang dari berbagai pihak. Noel Gallagher, penggemar lama City, mengaku kaget sekaligus sedih saat mendengar kabar itu di radio.

"Sedikit terkejut karena klub selama ini meyakinkan kami bahwa mereka menolak keras semua tuduhan. Cukup mengejutkan mengetahui kami dinyatakan bersalah pada semua kecuali satu. Tapi sungguh menyedihkan, untuk para penggemar dan pemain," kata Gallagher di podcast Let Me Talk.

Mantan ketua City, David Bernstein, menyebut dirinya syok. Ia menilai proses banding harus berjalan cepat agar klub tidak terus bermain dengan awan gelap di atas kepala.

"Kalau setelah banding mereka dinyatakan bersalah atas 115 tuduhan, klub tercinta saya akan menghadapi hukuman sangat berat. Yang bisa saya katakan, uang tidak cukup, hukumannya harus sesuatu yang lebih drastis," ujar Bernstein kepada Times Radio.

Menteri Kebudayaan Lisa Nandy menyebut kasus ini meresahkan penggemar sepak bola. Ia berharap penyelesaiannya bisa berjalan secepat mungkin.

Dampak ke City dan Peta Persaingan Premier League

Kasus ini membayangi City yang tengah bersiap menghadapi jadwal padat. Lawatan ke markas Liverpool dan duel Liga Champions melawan PSG menjadi ujian berat di tengah ketidakpastian hukum klub.

Proses banding masih menanti. Berapa lama berjalan, dan seberapa berat sanksi yang akhirnya dijatuhkan, akan menentukan arah City di kompetisi domestik maupun Eropa musim ini.

Reporter: Fajar
Sumber: theguardian.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top