HALMAHERA UTARA — Penyerahan berlangsung di kantor BPBD Halmahera Utara dan diterima langsung oleh Kepala Seksi Peralatan dan Logistik, Alosius Kalengkongan. Delapan tangki itu dirancang sebagai water supply station portabel yang bisa ditempatkan di titik-titik krusial, sehingga mobilisasi pemadaman di lapangan berjalan lebih cepat.
Langkah ini diambil NHM sebagai respons atas maraknya karhutla yang melanda wilayah tersebut belakangan ini. Perusahaan menilai keterbatasan armada suplai air menjadi salah satu hambatan utama tim gabungan pemadam kebakaran dan BPBD saat menangani kebakaran yang cepat meluas.
Data berkala yang dihimpun BPBD menunjukkan 120 titik kebakaran tersebar di 16 kecamatan dan 69 desa. Total luasan lahan yang terdampak mencapai 508,6 hektare.
Sebaran titik yang luas membuat distribusi air menjadi persoalan utama di lapangan. Petugas kerap harus menempuh jarak jauh untuk mengisi ulang tangki sebelum kembali ke lokasi kebakaran.
Delapan unit IBC tank yang diserahkan difungsikan sebagai wadah penampung air portabel. Penempatannya akan disesuaikan dengan titik-titik yang dinilai paling rawan dan sulit dijangkau armada suplai air reguler.
Sr. Supervisor Government Relation & Permitting NHM Harnevar Piga menyatakan kolaborasi sektor swasta dan pemerintah menjadi kunci dalam menghadapi tanggap darurat bencana.
"Kami memahami betul tantangan besar yang dihadapi oleh tim gabungan Damkar dan BPBD di lapangan, terutama terkait keterbatasan armada suplai air di area yang rawan dan cepat terjadi kebakaran meluas seperti di Kao dan Tobelo. Melalui penyerahan tahap awal ini, kami berharap dapat langsung memperkuat daya dukung logistik air bagi petugas di lapangan," ujar Harnevar yang biasa disapa Ato.
Alosius Kalengkongan menyampaikan apresiasi pemerintah daerah atas bantuan tersebut. Menurutnya, fasilitas itu akan membantu memperlancar distribusi air saat operasional pemadaman berlangsung.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, Bupati, Wakil Bupati, serta Kepala BPBD, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada PT NHM. Bantuan ini sangat penting untuk mendukung penanganan kebencanaan di Halmahera Utara, khususnya dalam memperlancar distribusi air saat operasional pemadaman kebakaran. Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara optimal dan membawa kebaikan bagi seluruh masyarakat Halmahera Utara," tegas Alosius.
Penyerahan delapan tangki air disebut sebagai tahap awal dari rangkaian komitmen berkelanjutan perusahaan. NHM menyebut sinergi ini diarahkan tidak hanya untuk menekan perluasan dampak karhutla saat ini, tetapi juga menjadi fondasi kerja sama mitigasi bencana jangka panjang dengan Pemkab Halmahera Utara.
Wilayah Halmahera Utara dengan tutupan lahan luas dan musim kemarau yang panjang menyisakan persoalan tersendiri bagi tim tanggap darurat. Penambahan sarana logistik air menjadi salah satu kebutuhan mendesak selama periode rawan kebakaran.