Dinas PUPR Morotai Tinjau Drainase dan Pedestrian 1 Km di Pusat Kota, Kejar Rampung Sesuai Jadwal

Penulis: Sutomo  •  Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:31:31 WIB
Kepala Dinas PUPR Morotai Fahmi Usman meninjau pengerjaan drainase di Desa Darame.

MOROTAI — Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Pulau Morotai Fahmi Usman meninjau langsung sejumlah titik pengerjaan infrastruktur di pusat kota. Peninjauan itu mencakup saluran drainase di Desa Darame, pembangunan pedestrian, hingga pengerjaan jalan lorong yang tengah berjalan.

Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai di bawah kepemimpinan Bupati Rusli Sibua dan Wakil Bupati Rio Christian Pawane menargetkan seluruh proyek rampung sesuai rencana. Fahmi menyapa para pekerja yang menangani saluran drainase dan memeriksa progres di lokasi.

Pedestrian 1 Kilometer dan Drainase di Titik Rawan Banjir

Sejumlah proyek yang tengah dikerjakan meliputi pembangunan pedestrian sepanjang 1 kilometer di Desa Gotalamo. Drainase sepanjang 1 kilometer juga dibangun di pusat kota, termasuk di Desa Darame yang selama ini menjadi saluran pembuangan air hujan.

Pengerjaan penimbunan yang akan dilanjutkan dengan pengaspalan hotmix dilakukan di beberapa ruas jalan. Di antaranya jalan lorong kompleks Lemonade sepanjang 50 meter, jalan lorong Desa Pandanga sepanjang 1 kilometer, serta jalan utama antara Army Dock menuju Pelabuhan Feri.

Fahmi Usman: Kualitas dan Ketepatan Waktu Jadi Prioritas

Fahmi menyatakan peninjauan lapangan dilakukan untuk menjaga kualitas konstruksi agar selesai sesuai jadwal. Menurutnya, pengawasan berkala menjadi cara memastikan hasil pengerjaan memenuhi standar yang berlaku.

"Saya terus meninjau pekerjaan pembangunan di lapangan. Agar memastikan kualitas pekerjaan tetap berjalan sesuai waktu ditentukan. Kemudian yang terpenting adalah kualitas pembangunan pekerjaan bisa selesai tepat waktu sesuai rencana," kata Fahmi saat ditemui di lokasi pengerjaan.

Dinas PUPR Morotai memastikan mutu fisik bangunan kuat, aman, dan berfungsi optimal. Bangunan juga diarahkan memiliki usia pakai panjang bagi warga Kabupaten Morotai.

"Jadi setiap saat kami turun langsung di lokasi untuk meninjau pekerjaan. Agar memastikan proyek pembangunan yang dikerjakan sesuai konstruksi yang andal, bermanfaat, tepat sasaran, serta memenuhi ketentuan regulasi yang berlaku," ujarnya.

Harapan Warga Muhajirin dan Gotalamo Bebas Luapan Air

Pembangunan drainase dan pedestrian diharapkan menyelesaikan persoalan infrastruktur yang selama ini dikeluhkan warga. Fahmi menyebut dua desa, Muhajirin dan Gotalamo, menjadi langganan banjir selama puluhan tahun.

"Semoga bangunan yang telah dikerjakan sebagai keluhan masyarakat di tahun-tahun sebelumnya dan tahun ini telah diatasi oleh Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai dalam hal ini Dinas PUPR Morotai," jelasnya.

"Jadi kalau jalan di Gotalamo, terus pedestrian dan drainase di Desa Darame sudah tuntas dibangun, maka buangan air saat hujan turun dapat teratasi dan tidak terjadi lagi luapan air di Desa Muhajirin dan Gotalamo yang selama puluhan tahun langganan banjir," pungkas Fahmi.

Reporter: Sutomo
Sumber: tandaseru.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top