Ibu dan Anak di Halmahera Barat Jatuh dari Motor Usai Diadang Sapi di Lapangan Sasadu Lamo

Penulis: Ragil  •  Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:01:01 WIB
Korban kecelakaan akibat kawanan sapi di Halmahera Barat saat berada di lokasi kejadian.

HALMAHERA BARAT — Adolmina, warga Desa Golo, Kecamatan Sahu, mengaku kendaraannya mendadak diadang kawanan sapi di tengah jalan. Ia terkejut hingga kehilangan kendali atas sepeda motor yang dikendarainya.

Adolmina meyakini sapi-sapi tersebut memiliki pemilik resmi. Sebab, pada tubuh hewan-hewan itu terpasang tanda khusus berupa tali.

"Sapi tadi yang saya tabrak karena kaget milik warga karena sudah pasang tanda (tali)," ujar Adolmina.

Upaya Mencari Pemilik Sapi Terkendala Kades Tak di Tempat

Usai kejadian, Adolmina sempat berupaya menemui kepala desa setempat. Ia ingin menelusuri siapa pemilik hewan ternak yang dibiarkan berkeliaran itu.

Namun, sang kades tidak berada di tempat. Lantaran menahan rasa sakit, Adolmina akhirnya memilih pulang dan membawa anaknya berobat ke tukang urut.

"Saya sudah sakit, jadi saya pulang. Belum sempat bakudapa deng kades. Tapi saya ingin tahu siapa pemilik sapi itu," ujarnya.

Lapangan Sasadu Lamo Dinilai Bukan Tempat Mengikat Ternak

Adolmina mengecam keras pembiaran hewan ternak berkeliaran di fasilitas umum. Menurutnya, Lapangan Sasadu Lamo merupakan ruang publik dan taman yang rutin digunakan masyarakat untuk berolahraga.

Ia menegaskan, tempat itu seharusnya dijaga kebersihannya. Kehadiran ternak liar tidak hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga mengancam keselamatan pengguna jalan.

"Saya merasa jengkel karena hewan itu seharusnya diikat. Kenapa dibiarkan seperti binatang liar? Saya masih mau cari tahu siapa pemilik sapi-sapi itu," tegas Adolmina.

"Sasadu itu taman, tempat itu bukan tempat ikat sapi. Setiap pagi dan sore orang-orang selalu melakukan aktivitas atau olahraga di tempat itu. Harus dijaga, bukan dikotori. Ini juga mengganggu pemandangan," tandasnya.

Harapan Warga agar Pemilik Ternak Bertanggung Jawab

Adolmina berharap peristiwa yang menimpanya menjadi perhatian serius semua pihak. Para pemilik hewan peliharaan diminta mau bertanggung jawab dan mengikat ternaknya di tempat yang aman.

Tujuannya agar kejadian serupa tidak terulang. Ternak yang berkeliaran bebas dinilai mengotori fasilitas publik sekaligus membahayakan keselamatan para pengguna jalan.

Reporter: Ragil
Sumber: tandaseru.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top