MALUKU UTARA — Scarlett Johansson tampil sebagai detektif NYPD dalam teaser perdana The Exorcist: Martyrs yang dirilis Selasa (6/10). Film garapan Mike Flanagan ini mengusung konsep procedural crime, memadukan horor eksorsisme dengan thriller pembunuh berantai. Trailer resminya menyusul pada 9 Oktober waktu Amerika Serikat.
Scarlett Johansson memerankan Detektif Miller, seorang penyidik pembunuhan kepolisian New York yang menangani kasus pembunuhan berantai. Kasus itu berujung pada eksekusi mati sang pelaku, Father Sunday, yang diperankan John Leguizamo.
Namun, proses eksekusi tersebut tidak berjalan sesuai rencana. Situasi ini menyeret keterlibatan dua sosok pastor yang diperankan Chiwetel Ejiofor dan Laurence Fishburne.
Chiwetel Ejiofor berperan sebagai Pastur William yang melakukan pelayanan di penjara. Laurence Fishburne menjadi pastur yang memahami ritual kuno, dan dilibatkan ketika serangkaian pembunuhan mulai mengancam kehidupan pribadi Detektif Miller.
Ancaman itu tidak hanya membahayakan sang detektif. Keselamatan ibu Detektif Miller, yang diperankan Diane Lane, dan putranya yang masih kecil, Jacobi Jupe, turut terancam.
Proyek reboot ini juga memboyong aktris Sasha Calle sebagai rekan sesama detektif. Jacobi Jupe berperan sebagai putra Scarlett Johansson yang berusia 12 tahun.
Mike Flanagan mengusung konsep procedural crime dengan memadukan unsur horor eksorsisme dan thriller pembunuh berantai bergaya film Se7en atau The Silence of the Lambs.
"Bagaimana bisa mengeksplorasi ide-ide itu dalam thriller pembunuh berantai dengan cara menggabungkan subgenre ini sedikit, dan memadukannya dengan apa yang kita sukai dari film seperti The Exorcist?" tutur Flanagan.
"Kita berbicara tentang manusia di bawah pengaruh atau dalam beberapa kasus kendali langsung dari kejahatan itu sendiri."
Meski dipastikan tetap menghadirkan adegan kerasukan iblis, sutradara yang juga tengah menggarap serial terbaru Carrie itu menegaskan narasi yang diusung bakal melompat jauh dari formula horor klasik.
"Film ini tetap punya satu tugas sesuai judulnya. Kami tentu harus menghadirkan hal itu. Namun harapannya ini jauh lebih dari sekadar cerita kerasukan biasa," bebernya.
"Keterkaitannya dengan misteri pembunuh berantai inilah yang membuatnya sangat seru dan membawa kisah kerasukan keluar dari kamar tidur serta penderitaan orang tua menuju sesuatu yang jauh, jauh lebih besar," katanya.
Mike Flanagan menegaskan The Exorcist: Martyrs menyajikan kisah berdiri sendiri, alih-alih mencoba menggarap ulang mahakarya orisinal William Friedkin rilisan 1973.
"Saya pikir tugas pertama adalah memberi tahu orang-orang bahwa mereka tidak sedang melihat daur ulang The Exorcist. Mereka tidak melihat upaya untuk restart, membuat ulang, atau melangkah ke dalam film Friedkin," ungkapnya.
"Mereka justru melihat cerita di dalam semesta Exorcist yang belum pernah diceritakan sebelumnya, sesuatu yang unik di dalam waralaba ini dan membawanya ke arah yang sangat berbeda dari masa lalu."
"Kami melakukan sesuatu yang sangat, sangat berbeda dari apa yang mungkin diharapkan orang-orang," tegas Flanagan.
The Exorcist: Martyrs dijadwalkan tayang 12 Maret 2027 di bioskop.