TERNATE — Penghargaan tersebut diterima langsung Tauhid Soleman di forum rakernas yang mempertemukan pengurus pusat dan daerah HAKLI. Pengurus Pusat HAKLI menilai Pemkot Ternate konsisten menjalankan program nasional di bidang kesehatan lingkungan.
Menurut Tauhid, apresiasi itu bukan sekadar simbol. Ia menyebutnya sebagai pijakan untuk memperkuat pembangunan sanitasi dan kesehatan lingkungan di tingkat kelurahan.
"Penghargaan ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi Pemerintah Kota Ternate untuk terus memperkuat komitmen dalam pembangunan sanitasi dan kesehatan lingkungan," kata Tauhid.
Kolaborasi Jadi Kunci, Bukan Kerja Sendiri
Tauhid menekankan agenda sanitasi tidak bisa dituntaskan hanya oleh pemerintah. Organisasi profesi, masyarakat, dan pemangku kepentingan lain disebutnya punya peran setara dalam menjaga hasil yang sudah dicapai.
Kemitraan Pemkot Ternate dengan HAKLI sebelumnya menguat lewat City Sanitation Summit (CSS) XXIII Tahun 2025 di Ternate. Forum itu membahas sanitasi, pengelolaan sampah, kesehatan lingkungan, hingga dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Apa yang kita bangun melalui CSS XXIII harus terus dilanjutkan. Kemitraan harus diterjemahkan menjadi program dan aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.
ODF 92 Persen, Sisa 6 Kelurahan Jadi Pekerjaan Rumah
Hingga September 2026, capaian Open Defecation Free (ODF) Kota Ternate mencapai 72 dari 78 kelurahan atau 92 persen. Artinya masih ada enam kelurahan yang belum tuntas berstatus bebas buang air besar sembarangan.
Pemkot juga memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan pengawasan kualitas air minum. Pengawasan higiene sanitasi pangan menyentuh Tempat Pengelolaan Pangan (TPP) 49,49 persen dan Tempat Fasilitas Umum (TFU) 35,25 persen.
Pengawasan Dapur MBG: 23 SPPG Kantongi Sertifikat Laik Higiene
Dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis dijalankan lewat pengawasan kesehatan lingkungan pada 25 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dari jumlah itu, 23 SPPG telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Program Kota Sehat diperkuat melalui pembinaan di lima kecamatan dan 60 kelurahan. Monitoring Gerakan Sekolah Sehat berjalan di 73 sekolah, sementara pasar sehat menyasar empat pasar di Kota Ternate.
Melanjutkan Swasti Saba Wiwerda November 2025
Rangkaian capaian ini melanjutkan penghargaan Swasti Saba Wiwerda yang diraih Kota Ternate pada November 2025 dalam penilaian Kabupaten/Kota Sehat. Penghargaan dari HAKLI menambah daftar pengakuan atas kerja sanitasi daerah.
Bagi warga Ternate, hasilnya terasa pada layanan air minum yang lebih terpantau dan pengelolaan sampah tingkat kampung yang melibatkan RT/RW. Enam kelurahan yang belum ODF menjadi ujian berikutnya bagi Pemkot Ternate.