TERNATE — Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto menyebut peresmian markas Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha tinggal menghitung hari. "Inshaa Allah kantor Kodam baru akan diresmikan pada 5 Oktober," kata Dody saat memimpin konferensi pers penyerahan senjata dari masyarakat di halaman Markas Korem 152/Babullah Ternate.
Tanggal tersebut jatuh bersamaan dengan peringatan HUT ke-81 Tentara Nasional Indonesia. Sofifi, yang selama ini berstatus ibu kota Provinsi Maluku Utara, menjadi lokasi markas komando baru tersebut.
Berdiri di Eks Lahan HGB 03 Milik PT Darko
Markas Kodam Maluku Utara menempati kawasan eks lahan Hak Guna Bangunan (HGB) 03 milik PT Darko di Sofifi. Lokasi itu disiapkan sebagai pusat komando pertahanan TNI AD untuk memperkuat koordinasi dan menjaga stabilitas keamanan di provinsi kepulauan tersebut.
Kehadiran Kodam baru di Sofifi diharapkan mengokohkan posisi TNI AD sebagai benteng pertahanan negara sekaligus mitra strategis pemerintah daerah dan masyarakat dalam memelihara keamanan wilayah.
Penyerahan Senjata dari Warga Jadi Momentum Pendukung
Konferensi pers berlangsung di sela acara penyerahan senjata dari masyarakat kepada aparat. Dody menilai momen tersebut menunjukkan kesadaran warga Maluku Utara untuk tidak lagi menyimpan senjata secara ilegal.
"Saya yakin masyarakat Maluku Utara sudah jauh lebih cerdas. Saya juga mengajak kepada seluruh masyarakat Maluku Utara, para pemangku adat juga, untuk mari kita sama-sama menjaga Maluku Utara ini agar senantiasa damai selalu," ujarnya.
Sinergi dengan Pemangku Adat Jadi Kunci Jaga Kondusifitas
Dody menegaskan peran serta masyarakat, termasuk para pemangku adat, menjadi faktor penting dalam menciptakan situasi yang kondusif di wilayah Maluku Utara. Ia menilai keberadaan markas Kodam baru merupakan pencapaian penting bagi provinsi ini.
Dukungan tersebut dinilai krusial mengingat wilayah Maluku Utara terdiri atas banyak pulau dengan karakteristik keamanan yang tersebar. Koordinasi kewilayahan yang lebih rapat diharapkan lebih cepat merespons dinamika di lapangan.
Apa Dampaknya bagi Warga Maluku Utara?
Peresmian Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha menandai pemisahan struktur komando kewilayahan TNI AD di Maluku Utara dari Korem 152/Babullah. Selama ini, Korem 152/Babullah yang bermarkas di Ternate menjadi ujung tombak pembinaan teritorial di wilayah tersebut.
Dengan markas komando yang berdiri di Sofifi, pusat pengambilan keputusan pertahanan TNI AD di Maluku Utara berpindah ke kawasan yang berdekatan dengan pusat pemerintahan provinsi. Langkah ini disebut memperkuat koordinasi lintas instansi di tingkat provinsi.
Peresmian 5 Oktober 2026 sekaligus menjadi penanda peringatan HUT ke-81 TNI di Maluku Utara. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi mengenai rangkaian acara peresmian selain tanggal yang disebut Pangdam XV/Pattimura.