HALBAR — Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Halmahera Barat menyatakan penanganan karhutla di wilayahnya masih berlangsung, baik di lokasi kebakaran maupun melalui koordinasi dengan instansi terkait. Salah satu titik yang paling menyulitkan berada di kawasan Gunung Gam Konora, yang sudah sempat ditangani namun kembali menyala di area puncak.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Halbar, Irfan Idrus, menyebut timnya sudah diterjunkan ke lokasi kejadian. Medan yang terjal di puncak gunung membuat proses pemadaman berjalan lambat.
Medan Puncak Gunung Gam Konora Jadi Kendala Utama
Menurut Irfan, karakter wilayah Gam Konora membuat petugas tidak bisa bergerak secepat pada kebakaran di dataran rendah. Api yang berada di ketinggian menuntut peralatan dan strategi berbeda.
"Kebakaran yang terjadi di Gam Konora itu, tim dari BPBD Halbar sudah turun ke lokasi, tetapi lagi lagi terkendala, karna kebakaran tersebut terjadi di area puncak gunung dengan medan yang terjal, sehingga pemadaman yang dilakukan sedikit terhambat," kata Irfan kepada media, Minggu (4/10/2026).
Ia menegaskan Pemkab Halbar tidak tinggal diam menghadapi situasi tersebut. Berbagai cara ditempuh agar karhutla di wilayah itu bisa segera diatasi.
"Berbagai cara kita lakukan agar penanganan Karhutla di Halbar bisa teratasi," ujarnya.
Koordinasi Lintas Instansi hingga Pemdes di Kawasan Terdampak
BPBD Halbar menggandeng TNI/Polri, PGA Gunung Ibu dan Gam Konora, Satpol PP, Dinas Damkar, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta warga setempat untuk menangani kebakaran. Kolaborasi itu dilakukan karena titik api tersebar di area yang sulit dijangkau aparat saja.
Selain berkoordinasi di tingkat lokal, Pemkab Halbar menghubungi BPBD Provinsi Maluku Utara dan BNPB Pusat. Langkah ini ditempuh untuk mengajukan bantuan helikopter patroli dan water bombing.
Irfan menambahkan, pihaknya telah memetakan sebaran lahan terbakar menggunakan foto drone. Hasil pemetaan itu dikirim ke BNPB melalui laporan Pusdal Ops sebagai dasar permohonan bantuan.
"Soal kebakaran hutan, kami dari Pemda Halbar tidak tinggal diam, kami terus berupaya berkoordinasi bahkan menyurat ke BNPB Pusat untuk dapat menangani karhutla ini, kami juga telah melakukan Foto dron terkait sebaran lahan yang terbakar dan sudah di kirimkan ke BNPB melalui laporan Pusdal Ops," tegasnya.
Pemkab Halbar Berharap Helikopter Segera Tiba
Permohonan helikopter patroli dan water bombing dinilai menjadi jalan tercepat untuk menjangkau titik api di puncak gunung. Tanpa dukungan udara, pemadaman manual di medan terjal berisiko tidak efektif dan membahayakan petugas.
Pemkab Halbar berharap BNPB segera mengakomodasi surat yang sudah dilayangkan. Kedatangan helikopter diharapkan membuat penanganan karhutla di wilayah tersebut lebih optimal.
"Kita berharap bantuan helikopter patroli dan water bombing segera tiba di Halbar, sehingga upaya penanganan karhutla dapat lebih optimal," pungkasnya.