Pencarian

Mahasiswa Unkhair Latih KWT Maliaro Ternate Produksi Pestisida Hayati dari Trichoderma

Minggu, 04 Oktober 2026 • 19:31:31 WIB
Mahasiswa Unkhair Latih KWT Maliaro Ternate Produksi Pestisida Hayati dari Trichoderma
Mahasiswa Agroteknologi Unkhair memaparkan materi produksi pestisida hayati berbahan Trichoderma kepada anggota KWT Maliaro, Ternate.

TERNATE — Keterampilan memproduksi pestisida hayati diberikan mahasiswa semester V Agroteknologi Unkhair yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Agroteknologi (Himagrotek). Mereka memperkenalkan teknologi produksi agen hayati Trichoderma yang dapat dimanfaatkan untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman.

Kegiatan difokuskan pada edukasi klinik tanaman. Anggota KWT diajak mengenal langsung proses pembuatan agen hayati, mulai dari penyiapan media hingga perbanyakan, sehingga bisa dipraktikkan sendiri di rumah masing-masing.

Hadir dalam kegiatan itu para ketua kelompok tani dan seluruh anggota KWT Kelurahan Maliaro. Perwakilan Dinas Pertanian Kota Ternate, Sumanto Basahona, S.P, turut mendampingi. Dari kampus, hadir Ketua Prodi Agroteknologi Helda Sabban, S.P., M.Sc, bersama dosen senior Ir. Sri Soenarsih Das, M.Si, Shubzan Andi Mahmud, M.Si, Betty Kadir Lahati, M.Si, dan Hayun Abdullah, M.Si.

Mengapa Trichoderma Jadi Pilihan Pelatihan

Agen hayati Trichoderma dikenal sebagai mikroorganisme yang mampu menekan pertumbuhan jamur patogen penyebab penyakit tanaman. Pemanfaatannya dinilai lebih ramah lingkungan dibandingkan pestisida kimia siap pakai yang selama ini banyak digunakan petani.

Koordinator Prodi Agroteknologi Unkhair, Helda Sabban, menilai kolaborasi ini penting untuk menghubungkan pembelajaran di kampus dengan kebutuhan nyata masyarakat. Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya menguasai teori di ruang kuliah.

Mahasiswa, kata Helda, juga perlu terlibat langsung dalam pengabdian kepada masyarakat sebagai bentuk penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Hasil Praktikum Kampus Ditransfer ke Warga

Betty Kadir Lahati menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari penerapan ilmu akademik sekaligus upaya agar hasil praktikum mahasiswa bisa dimanfaatkan langsung oleh masyarakat. Ia menyebut pelatihan menyasar mahasiswa semester V sebagai pelaksana di lapangan.

"PKM ini bertujuan untuk mengimplementasikan hasil kegiatan praktikum mahasiswa di kampus, yang kemudian ditransfer langsung ke masyarakat oleh para mahasiswa semester V," ujarnya.

Di bawah bimbingan Betty, mahasiswa semester V mengedukasi anggota KWT agar mampu memproduksi pestisida hayati organik secara mandiri. Proses pembuatannya tidak memerlukan peralatan laboratorium yang rumit.

Mahasiswa Peragakan Langsung Proses Pembuatan

Materi dan praktik teknis disampaikan tiga mahasiswa Agroteknologi semester V, yakni Fajar Sidiq, Annisa Amelia, dan Fatia Rasid. Ketiganya memperagakan cara pembuatan agen hayati Trichoderma yang membantu mengendalikan hama dan penyakit tanaman.

Anggota KWT mengikuti praktik tersebut dengan antusias. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya membawa ilmu dari kampus, tetapi juga membagikan keterampilan yang dapat langsung diterapkan masyarakat dalam pengelolaan tanaman.

Pengetahuan ini diharapkan mendorong kemandirian petani dalam menjaga kesehatan tanaman dengan cara yang lebih ramah lingkungan, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pestisida siap pakai.

Follow www.halmahera24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tandaseru.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks