Pencarian

Mayjen TNI Nefra Firdaus Nakhodai Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha, Komando Baru Pertahanan Kepulauan Maluku Utara

Senin, 05 Oktober 2026 • 09:32:01 WIB
Mayjen TNI Nefra Firdaus Nakhodai Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha, Komando Baru Pertahanan Kepulauan Maluku Utara
Mayjen TNI Nefra Firdaus menjabat sebagai Panglima Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha.

SOFIFI — Mayjen TNI Nefra Firdaus mengemban amanah sebagai Panglima Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha. Kodam ini merupakan komando kewilayahan baru yang dibentuk untuk memperkuat kedaulatan dan sistem pertahanan di wilayah kepulauan Maluku Utara.

Penunjukan Nefra menjadi langkah strategis TNI Angkatan Darat dalam mengawal lahirnya struktur organisasi baru di Indonesia timur. Sebelumnya, ia menjabat Kepala Staf Kodam XV/Pattimura.

Pengalaman Memahami Karakter Wilayah Kepulauan

Berbekal pengalaman mendampingi kepemimpinan di Kodam XV/Pattimura, Nefra dinilai memahami dinamika keamanan, kondisi sosial, serta karakter geografis wilayah kepulauan Maluku dan Maluku Utara.

Kedudukan Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha berada di Sofifi, ibu kota Provinsi Maluku Utara. Peresmiannya dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026.

Mengapa Kodam Tersendiri Dinilai Krusial bagi Maluku Utara

Saat masih menjabat Kasdam XV/Pattimura, Nefra menegaskan pembentukan satuan baru ini merupakan kebutuhan krusial bagi efektivitas pembinaan wilayah.

"Pembentukan Kodam tersendiri di Maluku Utara sangat penting demi meningkatkan efektivitas pembinaan teritorial serta merespons dinamika keamanan di wilayah kepulauan secara lebih cepat," tegas Nefra.

Ia menambahkan, amanah memimpin satuan baru ini bukan sekadar proses rotasi kepemimpinan militer biasa.

"Melainkan tanggung jawab besar untuk mengawal lahirnya struktur organisasi baru. Kehadiran Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha diharapkan menjadi momentum emas untuk mempererat koordinasi antara TNI, pemerintah daerah, Polri, serta seluruh komponen masyarakat," ujarnya.

Pendekatan Adaptif dan Inklusif Jadi Kunci

Pendekatan kepemimpinan yang adaptif dan inklusif dinilai menjadi kunci utama dalam merangkul tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat lokal guna menjaga stabilitas kawasan.

Kesinambungan kepemimpinan Nefra dari bumi Pattimura menuju Moloku Kie Raha diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan pertahanan di wilayah perbatasan dan kepulauan Indonesia timur.

Follow www.halmahera24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tandaseru.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks