MALUKU UTARA — PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk resmi berperan sebagai offtaker atau pembeli utama biomethane yang diproduksi dari limbah pabrik kelapa sawit di Sumatera Selatan, dengan target produksi sekitar 150.000 MMBTU per tahun. Fasilitas biomethane plant yang dikembangkan Toyota Tsusho Indonesia dan PT KIS Biofuels Indonesia itu memulai pembangunan lewat groundbreaking pada Senin (5/10). Gas terbarukan ini akan disalurkan ke Toyota Motor Manufacturing Indonesia dan industri lain melalui jaringan pipa milik PGN.
Paragraf pembuka: PGN hadir langsung dalam acara groundbreaking fasilitas biomethane yang dikembangkan TTI dan KIS di Sumatera Selatan. Fasilitas itu memanfaatkan limbah organik kelapa sawit dan menjadi yang pertama di Indonesia yang memproduksi biomethane di Sumatera, wilayah dengan populasi pabrik kelapa sawit terbesar. Proyek ini merupakan bentuk konkret dari MoU pengembangan biomethane antara PGN dan TTI yang diteken pada 2022.
Peran Ganda PGN dalam Rantai Pasok
Dalam kerja sama ini, PGN memegang dua fungsi sekaligus. Selain sebagai offtaker atau pembeli utama biomethane, perusahaan juga berperan sebagai transporter yang menyalurkan gas dari fasilitas produksi ke pengguna akhir.
Biomethane yang diproduksi oleh PT KIS Toyota Tsusho Biomethane Indonesia (KTBI), perusahaan patungan KIS dan TTI, akan dialirkan ke Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dan industri lainnya melalui jaringan pipa yang sudah dimiliki PGN. Pemanfaatan infrastruktur gas bumi yang telah tersedia membuat pelanggan hanya perlu melakukan modifikasi infrastruktur minimal untuk beralih ke biomethane.
Manfaat Lingkungan dan Hilirisasi Sawit
Bahan baku biomethane berasal dari limbah cair pabrik kelapa sawit atau POME. Metana yang sebelumnya terlepas ke atmosfer ditangkap dan diolah menjadi energi, sehingga menekan emisi gas rumah kaca dan mendukung target NDC serta Net Zero Emission 2060.
Proyek ini turut memperkuat hilirisasi sektor kelapa sawit dengan mengubah limbah menjadi energi bernilai ekonomi. Pemanfaatan biomethane juga melengkapi penggunaan gas bumi yang terus meningkat seiring upaya dekarbonisasi di sektor industri.
Dorongan untuk Swasembada Energi
Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman menyebut biomethane berperan strategis dalam mendukung swasembada energi dan dekarbonisasi industri. "Kami mengapresiasi TTI dan KIS yang telah memulai pembangunan fasilitas biomethane ini. Bagi PGN, ini adalah langkah penting untuk menghadirkan gas terbarukan dari sumber domestik ke dalam rantai pasok energi nasional," ujarnya.
PGN menyatakan siap mendukung lewat infrastruktur dan kapabilitas niaga yang dimiliki agar biomethane dapat dimanfaatkan sektor industri. "Ketika biomethane ini mulai berproduksi, industri seperti TMMIN akan memiliki akses terhadap energi rendah karbon yang mendukung daya saing di tengah tuntutan rantai pasok hijau global. Kami berharap model kolaborasi ini dapat direplikasi di daerah penghasil sawit lainnya," tambah Fajriyah.
Penutup: Kolaborasi PGN, TTI, dan KIS menempatkan limbah sawit Sumatera sebagai sumber energi rendah karbon pertama yang terhubung ke jaringan pipa gas nasional. Jika model ini direplikasi, daerah penghasil sawit lain berpeluang masuk ke rantai pasok energi hijau tanpa membangun infrastruktur baru dari nol.