Pencarian

Vitamin D untuk Bayi Baru Lahir: Dosis Harian yang Perlu Ibu Tahu

Jumat, 09 Oktober 2026 • 09:34:01 WIB
Vitamin D untuk Bayi Baru Lahir: Dosis Harian yang Perlu Ibu Tahu
Bayi yang mendapat ASI eksklusif memerlukan suplemen vitamin D cair 400 IU per hari sejak usia dini.

MALUKU UTARA — Bayi yang mendapat ASI eksklusif membutuhkan 400 IU vitamin D cair setiap hari, dimulai tak lama setelah lahir. American Academy of Pediatrics menetapkan pedoman ini karena ASI saja tidak cukup memenuhi kebutuhan vitamin D bayi. Berikut rincian dosis berdasarkan jenis asupan, manfaat untuk daya tahan tubuh, hingga kapan perlu konsultasi ke dokter.

Air susu ibu memang sumber nutrisi terbaik, tetapi kandungan vitamin D di dalamnya tergolong rendah. Tubuh sebenarnya bisa memproduksi vitamin D dari sinar matahari, hanya saja kulit bayi terlalu sensitif untuk terpapar langsung. Kondisi ini membuat suplemen vitamin D menjadi kebutuhan wajib, bukan pelengkap.

Pada usia 0 hingga 12 bulan, bayi tumbuh sangat cepat dan butuh vitamin D untuk membentuk tulang yang kuat. Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan rakhitis, yaitu pelunakan dan pelemahan tulang. Karena itu, pemberian suplemen sebaiknya tidak ditunda.

Dosis Vitamin D untuk Bayi ASI

Bayi yang diberi ASI eksklusif maupun ASI parsial memerlukan 400 international units (IU) vitamin D cair per hari. Pemberian dimulai segera setelah lahir, bukan menunggu usia tertentu.

Suplemen ini terus diberikan sampai bayi disapih, atau sampai ia mengonsumsi sekitar 1 liter susu formula yang diperkaya vitamin D setiap hari. American Academy of Pediatrics menetapkan angka 400 IU ini sebagai standar harian yang aman.

Dosis Vitamin D untuk Bayi Susu Formula

Bayi yang minum susu formula tetap bisa kekurangan vitamin D jika jumlahnya kurang dari 32 ons atau sekitar 1 liter per hari. Untuk kondisi ini, tambahan 400 IU vitamin D cair per hari tetap diperlukan.

Begitu konsumsi susu formula yang diperkaya vitamin D mencapai 1 liter atau lebih setiap hari, suplemen tambahan biasanya tidak lagi dibutuhkan. Ibu bisa memantau jumlah asupan ini dari catatan harian minum bayi.

Manfaat Vitamin D untuk Daya Tahan Tubuh Bayi

Vitamin D tidak hanya berperan pada tulang dan gigi. Bukti terbaru menunjukkan vitamin ini juga penting bagi sistem kekebalan tubuh bayi. Kadar vitamin D yang rendah berkaitan dengan meningkatnya risiko infeksi saluran pernapasan.

Penelitian yang dipimpin Carlos Camargo dari Massachusetts General Hospital, berafiliasi dengan Harvard, menemukan hubungan tersebut. "Data kami menunjukkan bahwa hubungan antara vitamin D dan mengi yang bisa menjadi gejala berbagai penyakit pernapasan, bukan hanya asma, sebagian besar disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan," ujarnya.

Temuan itu dimuat dalam jurnal Pediatrics dan mendukung teori bahwa kekurangan vitamin D yang meluas turut menyumbang risiko infeksi. Penelitian sebelumnya dari tim yang sama juga menemukan anak dari ibu yang mengonsumsi suplemen vitamin D selama kehamilan berisiko lebih rendah mengalami mengi.

Kapan Perlu Konsultasi ke Dokter

Sebelum memberi suplemen, ada baiknya ibu mendiskusikan dosis dan merek yang tepat dengan dokter anak. Setiap bayi punya kondisi berbeda, terutama bayi prematur atau yang memiliki masalah kesehatan tertentu.

Segera konsultasikan jika bayi menunjukkan tanda gangguan pernapasan seperti napas cepat, mengi, atau batuk yang tak kunjung reda. Gejala tulang lemah seperti keterlambatan duduk atau merangkak juga perlu diperiksa lebih lanjut.

Memberikan 400 IU vitamin D harian adalah langkah sederhana dengan manfaat besar. Dengan rutin memberikannya sesuai anjuran, ibu membantu menjaga tulang bayi tetap kuat sekaligus melindunginya dari risiko infeksi saluran pernapasan sejak hari-hari pertama kehidupannya.

Follow www.halmahera24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: haibunda.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks