Pantai Sulamadaha Resmi Jadi Kawasan SIAP QRIS, Pemkot Ternate Targetkan Perluasan ke Destinasi Lain

Penulis: Yasir  •  Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:20:31 WIB
Pantai Sulamadaha resmi menjadi kawasan wisata pertama di Ternate yang menerapkan pembayaran digital nontunai melalui SIAP QRIS.

TERNATE — Pantai Sulamadaha kini menjadi kawasan wisata pertama di Ternate yang menerapkan pembayaran digital nontunai secara menyeluruh. Peluncuran Kawasan SIAP QRIS ini digelar BI Maluku Utara dan dihadiri Kepala Perwakilan BI Maluku Utara, Handi Susila, serta Kepala Dinas Pariwisata Kota Ternate, Rustam P. Mahli, yang mewakili Wali Kota Ternate H. M. Tauhid Soleman.

Rustam menegaskan bahwa pengembangan pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan pesona pantai dan rempah-rempah. Pelayanan transaksi menjadi bagian penting dari ekosistem destinasi modern.

“Ekosistem pariwisata kita harus mampu mengikuti perkembangan zaman, termasuk dalam hal pelayanan, transaksi, keamanan, kenyamanan dan kemudahan bagi wisatawan,” ujar Rustam dalam sambutannya.

Wisatawan Tak Perlu Bawa Uang Tunai ke Sulamadaha

Dengan penerapan QRIS, wisatawan dapat melakukan pembayaran tiket masuk, membeli makanan dan produk UMKM, hingga menggunakan jasa pelaku ekonomi kreatif hanya dengan memindai kode QR. Perubahan pola transaksi dari tunai menuju digital ini dinilai mampu membangun rekam transaksi yang lebih transparan bagi pelaku usaha.

Rustam menyebut digitalisasi memberikan keuntungan ganda. Selain memudahkan wisatawan, pelaku UMKM mendapatkan akses layanan keuangan yang lebih luas dan peluang pengembangan usaha dari data transaksi yang tercatat otomatis.

QRIS Bukan Sekadar Alat Bayar, tapi Cara Usaha Baru

Pemerintah kota mengajak para pedagang dan pelaku usaha di kawasan Sulamadaha untuk tidak memandang QRIS sekadar alat pembayaran. Rustam menekankan bahwa teknologi ini mengubah cara berjualan dan melayani wisatawan secara keseluruhan.

“QRIS harus dilihat sebagai bagian dari transformasi cara kita berusaha dan memberikan pelayanan kepada wisatawan,” kata Rustam.

Target Perluasan ke Destinasi Wisata Lain di Ternate

Pemkot Ternate berharap kawasan SIAP QRIS tidak berhenti di Sulamadaha. Program ini direncanakan diperluas ke destinasi wisata lain yang tersebar di kota berjuluk Kota Rempah tersebut.

Rustam mengakui transformasi digital tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi antara pemda, BI, perbankan, industri sistem pembayaran, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat.

“Sinergi inilah yang harus terus kita perkuat agar digitalisasi tidak berhenti pada penggunaan teknologi, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat,” tuturnya.

Apresiasi untuk Pemenang QRIS Jelajah Kuliner Kie Raha 2026

Di kesempatan yang sama, Pemkot Ternate memberikan apresiasi kepada para pemenang QRIS Jelajah Kuliner Indonesia Kie Raha 2026. Kegiatan ini dinilai bukan hanya memperkenalkan instrumen pembayaran digital, tetapi juga menjadi media promosi kekayaan budaya, sejarah, dan potensi ekonomi kreatif Maluku Utara.

Rustam berharap kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi bagi generasi muda agar siap menghadapi perkembangan ekonomi digital. Kepada para pemenang, ia meminta pencapaian itu menjadi motivasi untuk terus berkarya dan berinovasi.

“Jadikan pencapaian ini bukan hanya sebagai kebanggaan pribadi, tetapi juga sebagai motivasi untuk terus berkarya, berinovasi dan ikut mempromosikan potensi Maluku Utara kepada masyarakat yang lebih luas,” pungkasnya.

Pemkot Ternate menargetkan setiap wisatawan yang datang tidak hanya membawa pulang kenangan tentang keindahan alam, tetapi juga merasakan pelayanan yang mudah, cepat, aman, dan modern di tengah identitasnya sebagai Kota Rempah.

Reporter: Yasir
Sumber: halmaherapost.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top