Pencarian

Pemerintah Ubah Strategi Transmigrasi, Jamin Catu Pangan Rp 3,6 Juta per Bulan untuk Keluarga

Rabu, 12 Agustus 2026 • 20:56:01 WIB
Pemerintah Ubah Strategi Transmigrasi, Jamin Catu Pangan Rp 3,6 Juta per Bulan untuk Keluarga
Menteri Transmigrasi menyatakan catu pangan Rp 3,6 juta per bulan diberikan sementara kepada keluarga transmigran.

MALUKU UTARA — Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara memastikan pemerintah tetap memberikan dukungan finansial kepada para transmigran, namun hanya bersifat sementara. Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk catu pangan dengan nilai sekitar Rp 3,6 juta per bulan, disesuaikan dengan kondisi lahan di lokasi penempatan.

"Dalam konteks catu pangan, sekitar Rp 3,6 juta per bulan. Tapi itu dalam konteks transisi saja selama satu tahun sampai dengan satu tahun setengah," kata Iftitah di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Jakarta, Rabu (12/8).

Durasi pemberian bantuan dibedakan berdasarkan karakteristik lahan. Untuk kawasan dengan lahan kering, pemerintah memberikan catu pangan selama kurang lebih satu tahun. Sementara untuk kawasan lahan basah, bantuan berlangsung lebih lama, yakni sekitar 18 bulan.

Strategi Baru: Bangun Ekonomi, Bukan Sekadar Pindahkan Penduduk

Perubahan fundamental dalam program transmigrasi kali ini adalah urutan prioritas pembangunan. Pemerintah tidak lagi menjadikan pemindahan penduduk sebagai tujuan utama. Sebaliknya, kawasan tujuan harus lebih dulu memiliki kegiatan ekonomi, lapangan pekerjaan, akses pasar, serta fasilitas pendukung yang memadai sebelum menarik penduduk baru.

Iftitah mengilustrasikan perubahan strategi ini dengan analogi sederhana. "Strateginya kami ubah, yang dulu memindahkan semut, sekarang adalah mencetak gulanya. Jadi ada gula ada semut. Bangun ekonominya, manusia akan datang secara sukarela dan mandiri," ujarnya.

Artinya, pemerintah tidak lagi sekadar membangun rumah dan membagikan lahan. Kawasan transmigrasi kini dirancang sebagai satu kesatuan antara permukiman dan tempat usaha yang terintegrasi.

Fokus pada 53 Kawasan Prioritas di Indonesia Timur

Untuk mewujudkan target tersebut, Kementerian Transmigrasi mempersempit cakupan pengembangan dari 154 kawasan menjadi 53 kawasan prioritas, dengan konsentrasi utama di wilayah Indonesia Timur. Sebanyak 1.476 peneliti telah dikirim ke lapangan melalui program Ekspedisi Patriot untuk memetakan masalah dan potensi setiap kawasan.

Sekitar 1.200 peneliti ditempatkan di Papua, sementara sisanya tersebar di kawasan prioritas di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Nusa Tenggara. Tugas para peneliti ini mencakup penerapan teknologi tepat guna, peningkatan produktivitas, hingga membuka akses pasar, mitra usaha, dan investasi.

Batam, Rempang, dan Galang Jadi Magnet Investasi

Salah satu kawasan yang menjadi perhatian serius pemerintah adalah Batam, Rempang, dan Galang. Wilayah ini dinilai memiliki posisi geografis strategis dan potensi industri yang besar, sehingga menarik minat investor asing maupun domestik.

"Dari sisi posisi geografis sudah banyak swasta, investor dalam dan luar negeri yang sangat tertarik untuk berinvestasi di Batam, Rempang, dan Galang," kata Iftitah.

Pengembangan kawasan Galang tengah disiapkan untuk mendukung kegiatan industri, salah satunya melalui rencana pembangunan galangan kapal atau shipyard di atas lahan sekitar 150 hektare. Proyek ini diproyeksikan menyerap sekitar 3 ribu tenaga kerja pada tahap konstruksi tahun depan, dan berpotensi meningkat hingga 21 ribu tenaga kerja secara bertahap.

Seleksi Ketat, Perpindahan Tidak Massal

Meski membuka peluang perpindahan penduduk, pemerintah memastikan tidak akan ada pemindahan warga secara massal. Calon transmigran akan melalui proses seleksi ketat berdasarkan kebutuhan spesifik daerah tujuan.

Pemerintah daerah tujuan dapat mengusulkan kebutuhan penduduk dengan karakteristik tertentu sesuai potensi kawasan. Selanjutnya, pemerintah mencocokkan kebutuhan tersebut dengan calon transmigran dari daerah asal yang memiliki kemampuan sesuai. Dengan pola ini, perpindahan penduduk menjadi lebih selektif dan hanya memfasilitasi warga yang dianggap menjadi inti pengembangan kawasan.

Follow www.halmahera24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks