Pencarian

Review Elo Vagabond: Gamepad Mobile Rp 1,6 Juta yang Senyaman PlayStation Portal

Senin, 10 Agustus 2026 • 09:24:01 WIB
Review Elo Vagabond: Gamepad Mobile Rp 1,6 Juta yang Senyaman PlayStation Portal
Petugas menunjukkan gamepad Elo Vagabond yang dirancang dengan grip ergonomis menyerupai genggaman PlayStation Portal.

MALUKU UTARA — Elo Vagabond bukan sekadar aksesori gaming biasa. Produk ini menjawab keluhan paling umum dari pengguna gamepad mobile: grip yang terlalu datar dan sempit. Bentuk handle-nya yang melengkung ke belakang (swept-back) meniru pola genggaman DualSense pada PlayStation Portal, tapi dengan fitur tambahan yang tidak dimiliki produk Sony tersebut. Saya memakainya untuk streaming game Steam dari PC ke Galaxy S24 FE selama beberapa sesi, termasuk game berat seperti Death Stranding 2 dan Ratchet & Clank: Rift Apart.

Desain dan Build Quality: Handle Besar, Bebas Kram

Perbedaan paling terasa langsung dari menit pertama adalah ukuran grip-nya. Berbeda dengan Razer Kishi standar yang cenderung ramping, Vagabond punya handle yang lebih berisi dan membulat. Pola cross-hatch micro-textured di bagian belakang membuat pegangan tetap stabil meski telapak tangan berkeringat, meski saya pribadi lebih suka jika ada tambahan lapisan karet sungguhan.

Elo menyertakan enam pasang rubber insert untuk mengakomodasi ukuran ponsel yang berbeda-beda — dua kali lipat dari jumlah yang biasa diberikan Razer. Tombol ABXY memakai mekanisme microswitch yang terasa lebih renyah dan responsif dibanding membran standar, sementara thumbstick-nya memakai Hall Effect magnetik yang secara teori bebas dari masalah drift dalam jangka panjang.

Fitur Pro: Tombol Belakang, Capture, dan Aplikasi Tanpa Paywall

Dua tombol belakang yang bisa dipetakan ulang menjadi nilai jual utama. Saya memetakan tombol kanan ke A dan kiri ke X untuk game skateboarding Session — beban kerja ibu jari kanan berkurang signifikan. Jika tidak dipakai, ada toggle fisik di kedua sisi untuk menonaktifkannya sepenuhnya.

Aplikasi pendamping Elo Unleashed tersedia gratis dan bersih. Tidak seperti Backbone yang mengunci fitur lanjutan di balik langganan berbayar, semua fungsi remapping di Vagabond bisa diakses tanpa biaya tambahan. Ada juga tombol capture khusus berwarna ungu di samping tombol ABXY, plus ring RGB ungu di sekitar thumbstick yang menyala saat terhubung.

Port dan Konektivitas: Penempatan yang Lebih Cerdik

Elo menempatkan port USB-C passthrough dan jack headphone 3,5mm di jembatan tengah, bukan di handle seperti kebanyakan kompetitor. Ini membuat area genggaman tetap bersih dan tidak ada kabel yang mengganggu jari. Konektor USB-C-nya sendiri fleksibel — bisa dimiringkan ke atas dan bawah — sehingga memasang dan melepas ponsel tidak lagi terasa seperti operasi yang menakutkan.

Satu hal yang mengejutkan: Vagabond bisa dipakai tanpa melepas casing ponsel. Saya menguji dengan Galaxy S24 FE yang memakai case bawaan, dan semuanya masuk dengan pas. Ini jarang ditemukan di gamepad mobile lain — Razer Kishi generasi pertama bahkan mengharuskan modifikasi fisik untuk sebagian besar ponsel.

Trigger Analog dan Performa Remote Play

Trigger di Vagabond memakai mekanisme Hall Effect full-travel, bukan sakelar digital dangkal yang sering dipakai gamepad murah. Ini penting untuk game balap atau shooter — Anda bisa mengatur tekanan gas secara halus, atau mengatur laju tembakan dengan presisi. Saat streaming Ratchet & Clank, kombinasi trigger analog dan thumbstick magnetik terasa solid tanpa input lag yang mengganggu.

Untuk sesi panjang, handle yang ergonomis benar-benar bekerja. Tiga jam nonstop memainkan Death Stranding 2 dari sofa tidak menghasilkan kram tangan yang biasa saya rasakan di Backbone atau Kishi standar. Ini level kenyamanan yang mendekati PlayStation Portal, tapi dengan fleksibilitas penuh smartphone Android.

Kekurangan dan Catatan: Ukuran Maksimal 8,03 Inci

Keterbatasan utama Vagabond ada di rentang ukuran perangkat. Controller ini bisa meregang hingga 8,03 inci — cukup untuk iPad mini — tapi tidak untuk tablet gaming yang lebih besar. Saya mencoba memasang Lenovo Legion Tab Gen 3 (8,8 inci) dan hasilnya tidak muat. RedMagic Astra 2 juga terlalu panjang. Jadi jika Anda berencana memakai tablet, periksa dulu dimensi pastinya.

Hard case resmi yang dijual terpisah berkualitas baik dan punya kompartemen penyimpanan aksesori di bawah controller. Sayangnya, ruang tersebut terlalu sempit untuk kabel USB-C bawaan Elo yang tebal. Anda tetap bisa menyimpan earbud atau kabel pendek di sana, tapi bukan kabel utama.

Kesimpulan: Untuk Siapa Elo Vagabond Ini?

Pada harga USD 99 — sekitar Rp 1,6 juta — Elo Vagabond menawarkan paket lengkap yang jarang ditemukan di kelasnya: ergonomi konsol, Hall Effect thumbstick, trigger analog, tombol microswitch, dan aplikasi tanpa biaya langganan. Jika Anda pernah merasa Backbone atau Razer Kishi standar terlalu sempit untuk sesi gaming panjang, controller ini layak masuk daftar beli.

Kelebihan:

  • Ergonomi handle besar yang nyaman untuk sesi berjam-jam
  • Hall Effect thumbstick dan trigger anti-drift
  • Tombol belakang yang bisa dipetakan dengan toggle fisik
  • Aplikasi pendamping gratis tanpa paywall
  • Bisa dipakai dengan casing ponsel
  • Port USB-C dan jack audio di posisi yang tidak mengganggu

Kekurangan:

  • Hard case dijual terpisah
  • Tidak muat untuk tablet di atas 8,03 inci
  • Tidak ada lapisan karet sungguhan di grip
  • Kompartemen case terlalu sempit untuk kabel besar

Follow www.halmahera24.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tomsguide.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks